Mengerikannya, potongan penting pesawat—termasuk bagian ekor yang disebut elevator (pengendali sudut hidung pesawat)—ditemukan sejauh 3,8 mil (sekitar 6 kilometer) dari kawah utama. Fakta ini memperkuat teori bahwa badan pesawat telah mulai hancur terbelah di udara sebelum akhirnya menghantam bumi.
Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) kini memimpin investigasi dengan meneliti rekaman video dramatis dari saksi mata serta transmisi radio. Fokus utama tim saat ini adalah mencari Perekam Suara Kokpit (Cockpit Voice Recorder).
“Misi kami bukan sekadar memahami apa yang terjadi, tetapi mengapa hal itu terjadi, dan merekomendasikan perubahan guna mencegah hal serupa terulang kembali,” tegas Tom Chapman, anggota NTSB.
Terkait pencarian kotak hitam, Chapman menambahkan, “Itu adalah data yang sangat penting. Namun tanpa itu pun, tim kami sangat ahli. Kami tetap mampu melakukan pekerjaan detektif yang luar biasa dan menentukan bagaimana kronologi kejadiannya.”
Proses evakuasi dan investigasi ini bukan tanpa halangan. Cuaca di Florida yang diguyur hujan lebat dalam beberapa pekan terakhir membuat kawah benturan terendam genangan air, menenggelamkan sejumlah puing pesawat. Tim bahkan harus menyingkirkan tiang listrik di sekitar lokasi, ditambah fakta bahwa kobaran api pasca-benturan telah menghanguskan sebagian besar bukti fisik.










