Hot NewsNasionalZona Headline

Korban Meninggal Tragedi Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15 Orang, Pemerintah Evaluasi Posisi Gerbong Wanita

8
×

Korban Meninggal Tragedi Kereta Bekasi Bertambah Jadi 15 Orang, Pemerintah Evaluasi Posisi Gerbong Wanita

Share this article
Rangkaian gerbong khusus wanita KRL Commuter Line yang diusulkan pindah posisi ke tengah
Rangkaian gerbong khusus wanita KRL Commuter Line yang diusulkan pindah posisi ke tengah
banner 468x60

Rujukan Spesialis: Korban dengan cedera berat akan dirujuk ke RS PON atau RSCM.

Kesehatan Mental: Bagi penumpang selamat yang mengalami syok berat, Kemenkes menyiagakan RS Soeharto Heerdjan untuk layanan kesehatan jiwa.

“Kita sangat sedih melihat kecelakaan itu terjadi. Mudah-mudahan mereka yang dirawat bisa sehat kembali,” ungkap Menkes Budi di Jakarta Selatan.

BACA JUGA:  Semarak Pawai Takbir Idulfitri 1447 H di Batam: Puluhan Mobil Hias Pukau Ribuan Warga

Insiden tragis ini memicu diskusi serius mengenai keselamatan kelompok rentan. Menteri PPPA, Arifah Fauzi, mengusulkan langkah mitigasi risiko dengan memindahkan posisi gerbong khusus wanita.

Selama ini, gerbong wanita ditempatkan di ujung paling depan dan paling belakang rangkaian untuk menghindari desak-desakan. Namun, Arifah menilai posisi tersebut paling rentan saat terjadi benturan.

BACA JUGA:  Ruang Digital Batam Diperketat! Pemko Wajibkan Platform Medsos Verifikasi Usia Mulai 28 Maret

“Kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah. Jadi yang di ujung, atau paling depan dan belakang itu laki-laki,” tegas Arifah usai menjenguk korban di RSUD Bekasi.

Usulan ini mendapat dukungan dari Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI). Pengurus Harian YLKI, Rio Prambodo, mendesak evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan gerbong bagi lansia, anak-anak, dan disabilitas.

BACA JUGA:  Hati-hati Pemilik Toko! Polsek Sekupang Ungkap Rahasia Aplikasi Pembuat Bukti Transfer Palsu

Di sisi lain, spesialis kedokteran jiwa dr. Lahargo Kembaren mengingatkan masyarakat dan netizen untuk tidak menyebarkan foto atau video vulgar dari lokasi kejadian. Selain menjaga privasi korban, konten sensitif dapat memperparah trauma keluarga yang sedang menunggu kabar.