Hot NewsSepakbolaZona Headline

Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026, Adakah Celah Keajaiban bagi Timnas Indonesia?

55
×

Iran Resmi Mundur dari Piala Dunia 2026, Adakah Celah Keajaiban bagi Timnas Indonesia?

Share this article
Timnas Indonesia vs iran di laga ujicoba
Gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan (kiri) berebut bola dengan bek Timnas Iran, Milad Mohammadi pada laga uji coba jelang Piala Asia 2023 di Al Rayyan Training Ground, Qatar, Selasa (9/1/2023) malam WIB. Timnas Indonesia kalah 0-5 dari Timnas Iran. (Dok. PSSI)
banner 468x60

Meski pendukung Garuda berharap adanya “undangan khusus” atau keajaiban dari FIFA, laporan internal menunjukkan bahwa badan sepak bola dunia tersebut cenderung memilih tim berdasarkan prestasi di babak kualifikasi. Saat ini, dua nama terdepan yang dijagokan menggantikan Iran adalah Irak dan Uni Emirat Arab (UEA).

Peluang Irak dan UEA vs Harapan Indonesia

BACA JUGA:  Isak Tangis di Pantai Piwang: Dua Bocah Berpulang Usai Terseret Arus Saat Bermain

Skenario yang beredar menyebutkan bahwa penentuan pengganti akan bergantung pada hasil playoff interkontinental:

Irak: Jika Irak gagal di babak playoff interkontinental, mereka akan langsung mendapatkan tiket lungsuran dari Iran.

UEA: Jika Irak berhasil lolos lewat jalur playoff, maka tiket “gratis” milik Iran kemungkinan besar akan diberikan kepada UEA sebagai negara Asia dengan peringkat tertinggi berikutnya yang belum lolos.

BACA JUGA:  Janji Diana yang Tak Pernah Terwujud: Ingin Temui Buah Hati di Tanjung Bungsu Usai Lebaran

Lantas, di mana posisi Indonesia? Secara matematis dan regulasi, peluang Indonesia memang sangat tipis karena faktor peringkat dan capaian di babak kualifikasi putaran kelima. Namun, dalam dunia sepak bola, keputusan “kewenangan penuh” FIFA sering kali menghadirkan kejutan yang tak terduga.

Hingga saat ini, PSSI maupun FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait potensi keterlibatan Indonesia dalam bursa pengganti ini. Publik sepak bola tanah air kini hanya bisa menanti keputusan final dari Zurich sembari memantau perkembangan situasi geopolitik yang kian memanas.