Meski pendukung Garuda berharap adanya “undangan khusus” atau keajaiban dari FIFA, laporan internal menunjukkan bahwa badan sepak bola dunia tersebut cenderung memilih tim berdasarkan prestasi di babak kualifikasi. Saat ini, dua nama terdepan yang dijagokan menggantikan Iran adalah Irak dan Uni Emirat Arab (UEA).
Peluang Irak dan UEA vs Harapan Indonesia
Skenario yang beredar menyebutkan bahwa penentuan pengganti akan bergantung pada hasil playoff interkontinental:
Irak: Jika Irak gagal di babak playoff interkontinental, mereka akan langsung mendapatkan tiket lungsuran dari Iran.
UEA: Jika Irak berhasil lolos lewat jalur playoff, maka tiket “gratis” milik Iran kemungkinan besar akan diberikan kepada UEA sebagai negara Asia dengan peringkat tertinggi berikutnya yang belum lolos.
Lantas, di mana posisi Indonesia? Secara matematis dan regulasi, peluang Indonesia memang sangat tipis karena faktor peringkat dan capaian di babak kualifikasi putaran kelima. Namun, dalam dunia sepak bola, keputusan “kewenangan penuh” FIFA sering kali menghadirkan kejutan yang tak terduga.
Hingga saat ini, PSSI maupun FIFA belum memberikan pernyataan resmi terkait potensi keterlibatan Indonesia dalam bursa pengganti ini. Publik sepak bola tanah air kini hanya bisa menanti keputusan final dari Zurich sembari memantau perkembangan situasi geopolitik yang kian memanas.













