Menurut keterangan keluarga, Umi berangkat ke Kamboja setelah diundang oleh pacarnya, pria berkewarganegaraan China yang tinggal dan bekerja di negara tersebut. Kepada keluarganya, Umi mengaku dijanjikan pekerjaan dengan bayaran tinggi serta kehidupan mapan bersama sang kekasih.
Sebelum keberangkatan, Umi sempat melakukan siaran langsung di media sosial pada awal Desember 2025. Dalam siaran tersebut, ia menyebut akan tinggal bersama sang pacar yang diklaim menjalankan bisnis besar dan serius membangun masa depan bersamanya.
Meski telah diperingatkan oleh orang-orang terdekat dan para pengikutnya, Umi tetap berangkat ke Kamboja. Sejak saat itu, ia menghilang tanpa kabar selama 26 hari.
Kedutaan Besar China di Phnom Penh mengonfirmasi langsung bergerak setelah menerima laporan dari keluarga.
“Kami segera menghubungi pihak kepolisian Kamboja dan jaringan lokal untuk melacak keberadaan warga negara kami,” ujar perwakilan Kedutaan China, dikutip dari Straits Times.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pada 3 Januari, kantor konsuler China di Sihanoukville menemukan Umi di sebuah rumah sakit.
“Kondisi kesehatannya sangat buruk dan membutuhkan penanganan medis segera,” ungkap perwakilan konsuler.
Umi kemudian dipindahkan ke rumah sakit lain untuk perawatan lanjutan dan dipastikan akan dipulangkan ke China setelah kondisinya stabil.










