LinggaLingkunganZona Headline

Hutan Leluhur Digunduli, Warga Desa Pekake Lingga Menjerit: “Tolong Kami, Harus Mengadu ke Siapa Lagi?”

580
×

Hutan Leluhur Digunduli, Warga Desa Pekake Lingga Menjerit: “Tolong Kami, Harus Mengadu ke Siapa Lagi?”

Share this article
Penampakan udara hutan Desa Pekake Lingga yang digunduli untuk perkebunan kelapa sawit.
Kondisi hutan di Desa Pekake, Kabupaten Lingga, yang mulai terbuka dan rata dengan tanah akibat aktivitas pembukaan lahan yang diduga dilakukan perusahaan sawit (1/4/2026).
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Lingga – Isu deforestasi di wilayah kepulauan kembali memanas. Masyarakat Desa Pekake, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau, secara tegas menyatakan penolakan terhadap aktivitas pembukaan lahan hutan skala luas yang diduga dilakukan oleh perusahaan kelapa sawit di wilayah mereka.

Penolakan ini viral setelah rekaman video dan pesan suara warga beredar luas di media sosial. Dalam dokumentasi tersebut, tampak jelas area yang dulunya merupakan vegetasi hijau rimbun kini telah rata dengan tanah, berubah menjadi lahan terbuka yang gersang.

BACA JUGA:  Arus Mudik Natuna Memuncak, 2.000 Lebih Penumpang KM Bukit Raya Padati Pelabuhan Selat Lampa

Warga menilai aktivitas ini bukan sekadar urusan industri, melainkan ancaman terhadap ruang hidup dan tanah warisan leluhur mereka. Emosi warga memuncak saat melihat alat-alat berat mulai merambah area yang diklaim sebagai milik peninggalan orang tua mereka.

“Tolong kami, tanah peninggalan orang tua kami dibuat seperti ini. Kami harus mengadu ke siapa lagi,” demikian bunyi jeritan hati seorang warga dalam rekaman suara yang diterima redaksi, Rabu (1/4/2026).

BACA JUGA:  Dampak Perang Iran-Israel: Menteri ESDM Ungkap Ketahanan BBM Indonesia Hanya 20 Hari

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan terkait belum memberikan keterangan resmi maupun klarifikasi atas tuduhan aktivitas pembukaan lahan tersebut.

Kasus di Desa Pekake ini seolah menjadi puncak gunung es dari persoalan deforestasi di Indonesia. Berdasarkan data yang dihimpun: