40.000 kilogram beras.
Jumlah yang sangat fantastis ini mampu memberikan makan bagi ribuan kepala keluarga di Kepri yang saat ini masih berjuang menghadapi fluktuasi harga pangan.
Dalam video yang sempat diunggah di akun Instagram pribadinya sebelum dihapus (take down), Iman tampak melaju santai mengenakan kemeja loreng dan topi hitam, menyusuri rute dari Jalan Diponegoro menuju Jembatan Sei Ladi tanpa pelindung kepala (helm).
“Hari ini kita main, sekali-kali refreshing,” ucapnya dalam video tersebut.
Namun, pilihan untuk “refreshing” dengan memamerkan simbol kemewahan di ruang publik tanpa menaati aturan hukum justru dinilai sebagai tindakan yang tidak peka.
Sebagai sosok yang memegang mandat “Wakil Rakyat”, Iman Sutiawan seharusnya menjadi representasi kesederhanaan dan kepatuhan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Dirlantas Polda Kepri menyatakan tengah menindaklanjuti video viral tersebut. Di sisi lain, warganet terus menghujani kolom komentar media sosial dengan kritik tajam.
“Satu motor bisa buat makan satu kampung, tapi beli helm atau taat aturan saja tidak sanggup. Inikah contoh dari wakil yang katanya merakyat?” tulis salah satu akun warga di Batam.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa di tengah deru mesin 1.868 cc yang gahar, ada suara rakyat yang masih kesulitan memenuhi bakul nasi, dan jarak antara “sang wakil” dengan “yang diwakili” terasa kian lebar.













