Kabupaten Manggarai
Total Kerusakan: 7.045 unit
Rincian: 3.582 rusak berat, 2.113 rusak sedang, 1.350 rusak ringan
Kabupaten Nagekeo
Total Kerusakan: 4.829 unit
Rincian: 1.702 rusak berat, 560 rusak sedang, 2.567 rusak ringan
Kabupaten Ende
Total Kerusakan: 3.953 unit
Rincian: 763 rusak berat, 870 rusak sedang, 2.320 rusak ringan
Kabupaten Sikka
Total Kerusakan: 3.574 unit
Rincian: 939 rusak berat, 622 rusak sedang, 2.013 rusak ringan
19 Ribu Korban Rumah Rusak Berat Diprioritaskan Dapat Huntara dan DTH
Pendataan kerusakan rumah ini dilakukan secara paralel dan tidak menunggu fase tanggap darurat selesai. Langkah tersebut mengikuti arahan langsung Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., agar proses pemulihan dapat disiapkan secara lebih cepat dan akurat.
BNPB menegaskan bahwa verifikasi tingkat lanjut melalui data by name by address (BNBA) kini telah diperoleh untuk 6 kabupaten, sementara Kabupaten Manggarai diproyeksikan rampung dalam 1–2 hari ke depan.
“Khusus untuk rumah dengan kategori rusak berat, data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan dukungan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH) bagi masyarakat terdampak,” tegas Berton.
Untuk mendukung akurasi data di lapangan, BNPB merencanakan kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bagi para enumerator pemda pada Selasa (25/8/2026). Langkah ini dilakukan demi memastikan setiap penyaluran bantuan hunian dan rehabilitasi bangunan benar-benar tepat sasaran serta dapat dipertanggungjawabkan.













