Gudangberita.co.id, Jakarta – Komitmen Indonesia dalam menjaga kedaulatan wilayah udara di titik paling strategis, Natuna, semakin dipertegas. Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Natuna, Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, hadir langsung dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI Angkatan Udara TA 2026 di Mabesau, Jakarta (13/2/2026), untuk menyelaraskan kesiapan operasional menghadapi dinamika perang modern yang kian kompleks.
Dalam forum tertinggi pimpinan udara tersebut, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi titik balik transformasi besar-besaran. Fokus utama bukan lagi sekadar patroli rutin, melainkan pembangunan ‘Perisai Udara’ Abad 21 yang mengintegrasikan kekuatan fisik alutsista dengan keunggulan teknologi digital.
Modernisasi Alutsista di Gerbang Utara
Sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Laut Natuna Utara, Lanud Raden Sadjad menjadi atensi utama dalam agenda modernisasi alpalhankam. TNI AU menargetkan validasi organisasi dan penguatan postur pertahanan agar setiap jengkal udara di perbatasan dapat terdeteksi dan terlindungi secara real-time.
Kasau menekankan lima pilar transformasi yang akan menjadi “senjata utama” TNI AU:












