Langkah konkret sudah diambil. KemenP2MI bergerak cepat, berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri RI dan Atase Kepolisian di KBRI Kuala Lumpur. Akses kekonsuleran dan pertemuan langsung dengan para korban yang dirawat menjadi prioritas utama.
Namun, Christina tidak berhenti di sana. Ia mendesak adanya dialog dengan pemerintah Malaysia untuk memastikan tragedi ini tidak terulang.
Di atas meja diplomasi, ia berencana mendorong langkah-langkah preventif dan penerapan standar hak asasi manusia (HAM) dalam penanganan PMI nonprosedural.
Insiden ini tak sekadar tragedi bagi lima PMI tersebut, tetapi juga menjadi cermin suram hubungan bilateral kedua negara dalam isu perlindungan pekerja migran.
Kematian di perairan Tanjung Rhu membawa pertanyaan besar: seberapa jauh nyawa para pekerja migran dihargai?
Ketika tangis keluarga korban masih terdengar di kejauhan, Christina Aryani memastikan bahwa Indonesia tidak akan tinggal diam.







