Gudangberita.co.id, Natuna – Nelayan budidaya ikan napoleon dan kerapu di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, kembali menghadapi tekanan ekonomi berat setelah pengiriman ekspor ke Hongkong secara mendadak dibatalkan tanpa alasan pasti.
Kapal pengangkut yang dijadwalkan merapat di Pulau Sedanau pada 21 April lalu, tiba-tiba memutar haluan dan kembali ke negaranya saat dalam perjalanan. Akibatnya, ratusan ton ikan hasil budidaya yang telah siap ekspor terancam membusuk dan menyebabkan kerugian besar bagi para pembudidaya lokal.
“Seharusnya kapal dari Hongkong sudah masuk, tapi tiba-tiba balik arah. Sampai saat ini belum ada informasi resmi penyebabnya,” ujar Hadi Suryanto, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Natuna, saat dihubungi pada Jumat malam (2/5).
Menurut Hadi, tidak ada masalah dalam regulasi ekspor ikan budidaya dari sisi pemerintah Indonesia. Namun, pembatalan sepihak dari pihak asing ini belum dapat dijelaskan secara rinci.
Nato, salah satu pengusaha perikanan di Pulau Sedanau, menyebut bahwa penghentian ekspor ini telah menimbulkan keresahan luas di kalangan nelayan. Ia mengaku tidak mendapat penjelasan resmi dari mitra bisnisnya di Tiongkok, dan kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia.







