“Kami bingung, tidak ada pemberitahuan apa pun. Mungkin ini dampak perang dagang atau kebijakan impor dari Cina, tapi kami benar-benar tidak tahu,” ujar Nato.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru terkait ketergantungan ekspor pada pasar tunggal seperti Hongkong dan Tiongkok.
Para nelayan dan pengusaha meminta pemerintah pusat turun tangan untuk membuka jalur ekspor alternatif serta memberikan solusi atas potensi kerugian besar yang mereka hadapi.







