Secara khusus, pertumbuhan q-to-q yang mencapai 6,94 persen menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan triwulan III-2024. Dari sisi produksi, industri pengolahan masih menjadi sektor utama dengan kontribusi 3,50 persen, diikuti sektor konstruksi sebesar 2,11 persen.
Sementara dari sisi pengeluaran, PMTB mencatatkan kontribusi tertinggi sebesar 2,70 persen, diikuti oleh konsumsi rumah tangga yang tumbuh 2,39 persen.
Lebih lanjut, Margaretha menambahkan bahwa PDRB Kepulauan Riau menyumbang 7,42 persen terhadap total PDRB Pulau Sumatera.
“Kinerja ini menunjukkan bahwa Kepulauan Riau tetap menjadi salah satu kontributor utama perekonomian Sumatera,” ungkapnya.
Pemprov Kepri: Fokus pada Investasi dan Infrastruktur
Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Adi Prihantara, menyambut positif pencapaian ini dan menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi yang kuat menjadi sinyal positif bagi pemulihan ekonomi daerah.
“Pertumbuhan yang signifikan pada triwulan IV menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah daerah dalam mendorong sektor industri pengolahan dan investasi telah memberikan hasil nyata,” ujarnya.
Namun, ia juga menekankan pentingnya pemerataan pertumbuhan ekonomi di seluruh wilayah Kepri. Pemprov berkomitmen untuk terus mendorong kreativitas, inovasi, serta peningkatan belanja pemerintah guna memperkuat daya saing ekonomi.








