“Kinerja kuartal pertama tahun 2026 ini menjadi awal yang baik dan motivasi bagi TelkomGroup untuk dapat terus melakukan perbaikan secara bertahap guna memberikan pencapaian dan kontribusi terbaik,” ujar Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, Jumat (29/5/2026).
Pada segmen B2C (Mobile dan Fixed Broadband), anak usaha Telkom, Telkomsel, menjadi motor penggerak dengan membukukan pendapatan konsolidasian sebesar Rp27,6 triliun (tumbuh 1,3% YoY).
Pertumbuhan ini ditopang oleh kinerja bisnis digital dan kenaikan payload data sebesar 2,3% YoY. Melalui strategi disiplin harga dan penyederhanaan produk, Telkomsel sukses mendongkrak Average Revenue Per User (ARPU) menjadi Rp45.100, atau melesat 6,4% YoY.
Kinerja cemerlang juga ditunjukkan oleh segmen B2B Infrastructure yang meraup pendapatan Rp2,4 triliun (tumbuh 6,8% YoY), ditopang oleh ekspansi bisnis Fiber-to-the-Tower (FTTT).
​1. Mitratel (Bisnis Menara & Fiber Optic)
Mitratel membukukan pendapatan Rp2,3 triliun (naik 1,4% YoY) dengan EBITDA margin stabil di angka 82,7%. Guna memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar menara telekomunikasi di Asia Tenggara, Mitratel mengekspansi 1.080 km fiber optic baru pada kuartal ini, membuat total kepemilikannya mencapai 58.279 km.













