Namun, bak ditelan bumi, saat dicek kembali pada pukul 18.07 WIB, Nenek Nurhayati yang saat itu mengenakan daster motif merah kombinasi cokelat sudah tidak ada di kamarnya. Pihak keluarga yang panik sempat melakukan pencarian mandiri karena korban memang memiliki kebiasaan keluar rumah, namun biasanya tidak pernah jauh dari lingkungan tempat tinggal.
Karena pencarian nihil, kejadian ini akhirnya dilaporkan ke pihak berwenang pada Kamis (25/6/2026) pagi.
Operasi penyelamatan ini berjalan sukses berkat kerja sama solid dari berbagai unsur. Tim SAR Gabungan yang dikerahkan tidak hanya menggunakan armada kapal kayu dan motor trail, tetapi juga didukung teknologi mutakhir seperti AquaEye, perangkat komunikasi modern, serta responder bag untuk penanganan pertama.
Dengan ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR di Singkep Barat resmi ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing.







