harris
NatunaZona Headline

Diuber Aparat Kamboja, Dua PMI Asal Natuna Lari Menyelamatkan Nyawa

577
×

Diuber Aparat Kamboja, Dua PMI Asal Natuna Lari Menyelamatkan Nyawa

Share this article
Petugas keamanan Kamboja. (Ilustrasi)
banner 468x60

Hingga kini, kondisi para PMI masih memprihatinkan. Mereka disebut terus berpindah lokasi demi menghindari kejaran aparat dan mencari tempat yang lebih aman.

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BP2D) Kepri menyatakan telah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Kepala BP2D Kepri, Doli Boniara, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemenlu untuk mengupayakan penyelamatan Desi dan Deni.

BACA JUGA:  Sempat Diisukan Lumpuh Akibat Asap, Manajemen Bandara Hang Nadim Batam Akhirnya Buka Suara

“Kami sudah berkoordinasi dengan PWNI Kemenlu. Yang utama sekarang adalah menyelamatkan mereka,” kata Doli, Sabtu (17/1/2026).

Ia juga mengimbau masyarakat Kepulauan Riau, khususnya warga Natuna, agar tidak tergiur tawaran kerja ke luar negeri yang tidak melalui prosedur resmi pemerintah.

“Masih banyak penyaluran PMI ilegal. Jangan mudah percaya ajakan teman. Nanti sampai di sana justru bermasalah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Gambut Singkep Barat Masih Membara, Bahaya Terselubung Ini Berada 500 Meter dari Rumah Warga

Sementara itu, orang tua Desi dan Deni di Natuna terus menanti kepastian pemulangan anak mereka. Keluarga bahkan telah menyampaikan permohonan kepada Bupati Natuna agar kasus ini mendapat perhatian serius pemerintah pusat.

“Kami hanya ingin anak kami selamat dan bisa pulang. Sudah terlalu lama menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.