Menurut laporan Khel Now, AIFF kini justru berpeluang besar memilih mundur dari persaingan melawan Indonesia dan Malaysia demi menjamu Brasil.
Keputusan mundur tersebut tidak datang tanpa konsekuensi berat. India terancam sanksi finansial hingga disiplin dari FIFA:
Mundur sebelum 30 hari turnamen: Denda minimal 15.000 franc Swiss (sekitar Rp270 juta).
Mundur kurang dari 30 hari turnamen: Denda membengkak menjadi minimal 20.000 franc Swiss (sekitar Rp360 juta).
Mundur saat turnamen berjalan: Potensi sanksi tambahan dari Komite Disiplin FIFA berupa larangan bertanding hingga ganti rugi kepada pihak penyelenggara dan lawan.
Dilema ini memicu gelombang kritik internal. Mantan kapten Timnas India, Bhaichung Bhutia, secara terbuka menentang opsi mundur dari FIFA ASEAN Cup saat rapat Komite Eksekutif AIFF.
Bhutia menilai bahwa kesempatan berduel langsung dengan Indonesia, Malaysia, dan Singapura jauh lebih krusial untuk menggembleng kualitas taktis tim menuju Kualifikasi Piala Asia dan Piala Dunia 2030, ketimbang sekadar laga pameran satu hari melawan Brasil.
“Saya sangat bersikeras agar tim utama harus ikut serta dalam FIFA ASEAN Cup. Ini adalah kompetisi yang jauh lebih baik daripada SAFF Championship. Secara finansial Anda mendapatkan biaya partisipasi dan prize money besar. Tiga atau empat pertandingan kompetitif jauh lebih bermanfaat bagi pengembangan tim,” tegas Bhutia.













