Prasetyo membeberkan, setiap tahun ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) memasuki batas usia pensiun. Jika dibiarkan kosong tanpa regenerasi yang cepat, hal ini dikhawatirkan dapat menghambat laju pelayanan publik dan birokrasi.
“Secara alamiah tentu setiap tahun ada PNS kita yang memasuki masa usia pensiun. Oleh karena itu, kita sepakat rekrutmen tidak ditunda,” tambahnya.
Untuk memastikan birokrasi diisi oleh talenta-talenta muda yang adaptif, inovatif, dan melek digital, pemerintah memastikan adanya alokasi formasi khusus bagi para lulusan baru (fresh graduate).
Meskipun keran pendaftaran dibuka lebar bagi generasi muda, Mensesneg menekankan bahwa jumlah kuota akhir akan tetap dihitung secara cermat agar selaras dengan postur kas negara.
“Adik-adik yang baru lulus kita buka peluang, meskipun nanti kita sesuaikan dengan kemampuan fiskal kita,” ujar Prasetyo.
Menpan-RB Pimpin Langsung Panitia Seleksi
Mengingat jadwal pendaftaran yang sudah sangat dekat, pemerintah telah menunjuk Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), Rini Widyantini, sebagai ketua tim panitia seleksi nasional CPNS 2026.
Pemerintah pun mengingatkan seluruh masyarakat yang berminat, terutama para lulusan baru, untuk tidak bersantai. Tahapan ujian yang ketat sudah menanti di depan mata.











