NasionalZona Headline

Bingung Awal Ramadhan 2024? Begini Prediksi BMKG dan BRIN

285
×

Bingung Awal Ramadhan 2024? Begini Prediksi BMKG dan BRIN

Share this article
Pemantauan hilal. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Seperti dilansir situs resminya, BMKG menyampaikan, untuk penentuan awal Ramadan 1445 Hijriah, BMKG menyampaikan informasi data-data hilal (hasil hisab) saat matahari terbenam, yang dapat digunakan juga dalam pelaksanaan rukyat (observasi) hilal.

Menurut laporan BMKG, awal Ramadan 2024 berpotensi jatuh pada hari yang berbeda sesuai dengan penghitungan yang digunakan. BMKG menjelaskan konjungsi merupakan kondisi ketika bulan dan matahari mempunyai bujur ekliptika yang sama.

BACA JUGA:  Harris Resort Waterfront Batam Luncurkan "Adrenalin Package", Ubah Wajah Pariwisata Batam Menjadi Pusat Sport Tourism Asia Tenggara

Dalam laporannya, BMKG menyebutkan konjungsi geosentrik (ijtima’) akan kembali terjadi pada Minggu, 10 Maret 2024 pada pukul 16.00 WIB. Dengan waktu matahari terbenam paling awal pukul 17.51 WIT di Waris, Papua. Dan waktu matahari terbenam paling akhir pukul 18.50 WIB di Banda Aceh, Aceh.

Secara astronomis, pelaksanaan rukyat hilal penentu awal bulan Ramadan ditentukan setelah matahari terbenam tanggal 10 Maret 2024, bagi yang di tempatnya konjungsi terjadi sebelum matahari terbenam. Dan tanggal 11 Maret 2024, bagi yang konjungsinya terjadi setelah matahari terbenam.

BACA JUGA:  Tuai Polemik, BP Batam Janji Geser Pot Beton Bougenville yang 'Nangkring' di Bahu Jalan Punggur

Sementara itu, bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadan, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat matahari terbenam tanggal 10 dan 11 Maret 2024 tersebut.