“Kami ingin memberdayakan potensi lokal. Saat ini usaha ini sudah melibatkan dua tenaga kerja dari masyarakat desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, dalam proses berjalan pihaknya juga aktif berdiskusi dengan rekan-rekan yang telah memiliki pengalaman beternak ayam pedaging.
“Alhamdulillah, kami terus belajar sambil berjalan. Sebelumnya BUMDes juga sudah menjalankan usaha peternakan sapi, yang masih berjalan hingga sekarang,” kata Erwanto.
Saat ini, kebutuhan ayam pedaging di Kecamatan Midai masih dipasok dari luar daerah. Ayam didatangkan dari Pemangkat dan dijual oleh pedagang dengan harga sekitar Rp40 ribu per kilogram.
Langkah BUMDes Sebelat ini mendapat apresiasi dari Bupati Natuna, Cen Sui Lan. Saat berkunjung langsung ke lokasi pembesaran ayam pedaging, Cen menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pemerintah desa dalam membangkitkan ekonomi masyarakat.
“Peluang ini sangat baik karena selain menggerakkan ekonomi desa, juga bisa menyerap kebutuhan bahan dapur untuk program MBG di Kecamatan Midai,” kata Cen.
Pemerintah Kabupaten Natuna berharap, kebutuhan bahan pangan untuk program MBG ke depan dapat dipenuhi dari produk lokal, sehingga memberi dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.







