Ardiwinata menjelaskan, pengembangan sektor pariwisata, termasuk industri Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), menjadi salah satu perhatian dalam program prioritas Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra.
Menurutnya, penguatan MICE merupakan langkah strategis untuk menjadikan Batam sebagai destinasi penyelenggaraan berbagai kegiatan bisnis, pertemuan, konferensi, dan pameran. Posisi Batam yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia menjadi keunggulan tersendiri dalam menarik penyelenggara kegiatan maupun wisatawan mancanegara.
“Pengembangan MICE tidak hanya berbicara tentang penyelenggaraan acara, tetapi juga memberikan dampak berganda bagi sektor lainnya. Ketika sebuah kegiatan berlangsung, hotel, restoran, transportasi, pusat perbelanjaan, hingga UMKM ikut merasakan manfaatnya,” jelasnya.
Ia berharap, semakin banyak kegiatan pameran dan promosi wisata yang diselenggarakan di Batam sehingga mampu memperkuat daya saing daerah sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan regional.
ASTINDO Travel Fair 2026 sendiri menghadirkan 10 agen perjalanan resmi, yakni QTA Wisata, Shine Buana Travel, Indogalaxy, Gadih Palala, Douha, Yolivia, MH Travel, Delapan Mandiri, Lintas Buana, dan Funtrip Indonesia.













