PerspektifZona Headline

Antara Kreativitas dan Relevansi: Catatan untuk Pawai Malam Takbiran di Batam

99
×

Antara Kreativitas dan Relevansi: Catatan untuk Pawai Malam Takbiran di Batam

Share this article
Pawai kendaraan hias malam takbiran di Batam Center, Jumat (20/3/2026).
banner 468x60

Solusinya bukan dengan membatasi kreativitas, melainkan mengarahkan narasi. Inovasi teknologi asap atau mekanik yang canggih itu akan jauh lebih bermakna jika diselaraskan dengan kisah-kisah Islami atau simbolisme kebudayaan lokal yang lebih inklusif.

Pawai kendaraan hias adalah milik publik. Dialog antara pelaku seni dan tokoh agama sangat diperlukan agar kreativitas tetap memiliki “ruh” dan tradisi tetap punya daya pikat bagi generasi masa depan.

BACA JUGA:  Warga Sagulung Mengadu, Komisi III DPRD Batam Cecar Legalitas Proyek Cut and Fill

Untuk agenda tahun depan, kalau mau bikin sesuatu yang tetap “gahar” dan canggih (pakai efek asap, lampu, atau mekanik) tapi tetap masuk ke nafas hari raya, mungkin bisa pakai beberapa konsep misalnya Kapal Lancang Kuning “The Legend” dengan menggunakan mesin asap di bagian bawah kapal seolah-olah kapal sedang membelah ombak atau kabut pagi hingga layar yang bisa mengembang otomatis dan meriam karbit buatan yang mengeluarkan cahaya LED saat takbir berkumandang. Setidaknya pesannya sebagai simbol kejayaan maritim dan penyebaran Islam di tanah Melayu.

BACA JUGA:  Balita 2 Tahun Hanyut di Tanjung Sengkuang Batam Belum Ditemukan, Tim SAR Lakukan Penyelaman

Atau Replika “Gajah Abrahah” (Pasukan Bergajah) dengan efek belalai gajah bisa mengeluarkan asap atau menyemprotkan confetti. Kepala gajah yang bisa bergerak kiri-kanan. Ukurannya dibuat raksasa agar tetap memberikan kesan intimidating tapi punya dasar cerita dari Al-Qur’an (Surah Al-Fil). Pesannya: Kekuasaan Tuhan di atas segala kekuatan duniawi.