“Saya titip Ibu Wakil Wali Kota kepada Bapak dan Ibu semua. Mohon dukungan penuh agar pelayanan dan program pembangunan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Amsakar. Pesan ini sekaligus memberikan sinyal ketenangan bagi publik bahwa roda pemerintahan tetap berjalan stabil di tangan yang tepat.
Sebagai pemimpin yang telah lama mengabdi, Amsakar menutup sambutannya dengan permohonan maaf yang tulus. Ia menyadari bahwa kebijakan yang diambil selama menjabat mungkin tidak selalu memuaskan semua pihak.
“Sebagai manusia biasa dan pemimpin, kami menyadari tidak semua kebijakan dapat memenuhi harapan seluruh masyarakat. Dengan segala kerendahan hati, saya dan istri memohon maaf apabila terdapat tutur kata maupun tindakan yang kurang berkenan,” pungkasnya.
Prosesi adat tepuk tepung tawar dan doa bersama menjadi penutup acara yang khidmat tersebut, menandai pelepasan seorang pemimpin yang hendak bertolak memenuhi rukun Islam kelima.












