“Jika kita pandai bersyukur, keterbatasan tidak akan menjadi persoalan. Namun, jika tidak, sebanyak apa pun nikmat yang diterima akan terasa kurang,” ujarnya.
Masih dalam suasana Idulfitri, Amsakar yang hadir didampingi istri, menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh masyarakat. Ia mengakui bahwa memimpin kota sebesar Batam dengan penduduk yang heterogen merupakan tantangan besar.
“Atas nama pribadi dan keluarga, saya bersama Ibu Li Claudia Chandra menyampaikan mohon maaf lahir dan batin. Tingginya ekspektasi masyarakat adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Menutup arahannya, Amsakar mengajak masyarakat untuk terus memperbaiki diri dan menciptakan ekosistem digital yang sehat serta konstruktif. Ia berharap masyarakat Batam menjadi masyarakat yang cerdas, yakni mereka yang mampu belajar dari kesalahan masa lalu untuk menjadi lebih baik di masa depan.













