NatunaZona Headline

Alu yang Tak Pernah Diam: Menjaga Ingatan Budaya di Tanah Natuna

67
×

Alu yang Tak Pernah Diam: Menjaga Ingatan Budaya di Tanah Natuna

Share this article
Dentang alu beradu di Desa Batu Gajah, Natuna, menjadi penanda hidupnya kembali permainan tradisional Alu—warisan budaya Melayu yang terus dijaga, diwariskan, dan dirayakan lintas generasi. (Foto: Doni)
banner 468x60

Di balik iramanya, tersimpan nilai-nilai kehidupan masyarakat pesisir: kebersamaan, kehati-hatian, dan keseimbangan. Tak heran jika permainan ini dulu kerap hadir dalam acara adat dan perayaan masyarakat, menjadi ruang interaksi sekaligus sarana pendidikan sosial.

Camat Bunguran Timur, Suparman, menilai permainan Alu sebagai kekayaan budaya yang memiliki peran penting dalam mempererat hubungan antarwarga. Menurutnya, kegiatan budaya semacam ini mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap tradisi lokal.

BACA JUGA:  Viral Gilas Mahasiswi Unpad di Jatinangor, Pemotor Sadis Ditangkap Polisi

“Melalui kegiatan ini, silaturahmi terjaga dan kecintaan terhadap budaya daerah dapat tumbuh, terutama di kalangan generasi muda,” ujarnya.

Ia pun memberikan apresiasi kepada sanggar dan komunitas budaya yang konsisten menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah masyarakat modern.

Kini, Permainan Alu Natuna tidak hanya hidup di ruang adat. Ia tampil dalam festival budaya, kegiatan sekolah, hingga agenda pariwisata daerah. Pemerintah daerah bersama komunitas budaya terus mendorong pelestariannya sebagai bagian dari identitas Melayu Natuna.

BACA JUGA:  Emas Rp4 Miliar Milik Anggota DPRD Natuna Digondol Tetangga, Pelaku Sempat Pinjam Modal ke Korban

Permainan Alu bukan sekadar peninggalan masa silam. Ia adalah warisan yang terus bergerak menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Selama alu-alu kayu itu masih beradu dalam irama, selama itu pula ingatan budaya Natuna akan tetap hidup.