Menurut Amsakar, sejumlah isu yang disuarakan mahasiswa memang sedang ditangani pemerintah, mulai dari parkir, sampah, hingga banjir.
- Untuk parkir, Pemko sudah turun bersama Dishub mengatur juru parkir.
- Untuk sampah, Batam menampung hingga 1.300 ton per hari, dan pemerintah telah mendatangkan alat baru serta membentuk tiga UPT.
- Untuk banjir, ada 105 titik rawan dengan rencana pembangunan tujuh box culvert tahun ini serta normalisasi sungai.
Terkait predikat Kota Layak Anak, Amsakar menegaskan penghargaan itu bukan diperoleh dengan cara yang tidak patut.
Meski aksi berakhir damai, mahasiswa menegaskan perlawanan mereka belum berhenti. Jika aspirasi tidak ditindaklanjuti, aksi lebih besar akan digelar di Batam.







