Akibat aksi tersebut, tak banyak simpati yang datang dari suporter Inggris saat melihat Messi menangis dari peluit akhir hingga momen pengangkatan trofi oleh Spanyol. Argentina juga dinilai sempat diuntungkan wasit, terutama ketika gol penyerang Spanyol, Nico Williams, dianulir karena pelanggaran yang dinilai meragukan dalam proses terjadinya gol.
Rencana permainan Argentina yang dinilai terlalu konservatif akhirnya berujung pada kegagalan yang menyakitkan. Alih-alih mencetak gol, reaksi awal beberapa pemain Argentina setelah peluit panjang berbunyi justru luapan kemarahan yang tidak terkontrol.
Gelandang Argentina, Leandro Paredes, diganjar kartu merah langsung setelah pertandingan berakhir akibat tindakan memalukan dengan memukul wajah pemain muda Spanyol, Gavi.
Di tengah kekacauan itu, pemandangan kontras terlihat saat Lionel Messi menunjukkan kedewasaannya dengan berjabat tangan dengan Lamine Yamal. Kendati demikian, megabintang dunia itu tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.
Messi tertangkap kamera berulang kali menyeka air mata saat duduk termangu di lapangan MetLife, dan kembali menangis ketika skuad Spanyol melangkah maju untuk menerima medali juara mereka.
Rekan-rekan setimnya ikut terduduk lesu dengan hati yang hancur. Mereka tahu, kesempatan emas untuk menutup karier internasional pemain sepak bola terhebat sepanjang masa dengan trofi back-to-back Piala Dunia kini telah sirna.













