Gudangberita.co.id, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak cepat berkoordinasi dengan PT PLN Batam untuk mengamankan objek-objek vital dan fasilitas pelayanan publik menyusul gangguan pemadaman listrik total (blackout) yang melanda sebagian besar wilayah Kota Batam dan sekitarnya, Senin (12/10).
Langkah darurat ini diprioritaskan untuk memastikan operasional layanan penting masyarakat—seperti rumah sakit, Bandara Internasional Hang Nadim, hingga pelabuhan—tetap berjalan tanpa hambatan di tengah proses pemulihan sistem kelistrikan.
Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menegaskan bahwa fokus utama koordinasi saat ini adalah menjaga keberlangsungan pasokan daya pada fasilitas kesehatan dan transportasi utama.
“BP Batam terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mendukung percepatan pemulihan listrik. Kami memahami dampak yang dirasakan masyarakat dan berharap penanganan dapat berjalan cepat dengan tetap mengutamakan keselamatan serta keandalan sistem,” kata Ariastuty di Batam Centre.
Dampak Sampingan: Produksi Air Bersih Ikut Terdampak
Selain mengancam fasilitas publik, padamnya arus listrik PLN juga berdampak langsung pada operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) atau Water Treatment Plant (WTP) di sejumlah wilayah strategis, seperti Ladi, Harapan, Mukakuning (MK), Piayu, Tembesi, Nongsa, dan Duriangkang (DK 1–5).














