Ariastuty menjelaskan, penggunaan daya cadangan berupa genset di instalasi air saat ini baru mampu menopang sekitar 30 persen dari total kapasitas produksi air bersih. BP Batam mengimbau masyarakat untuk segera mengantisipasi potensi penurunan tekanan air dengan menyiapkan cadangan secukupnya.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pelanggan,” imbuhnya.
Sementara itu, Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyoroti pentingnya keandalan pasokan listrik bagi keberlangsungan kegiatan usaha dan daya saing investasi di Batam. Ia mendorong adanya evaluasi menyeluruh bersama PLN Batam pasca-pemulihan guna memperkuat mitigasi risiko ke depan.
“Keandalan listrik merupakan kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang aktivitas industri dan investasi. Kami mendorong evaluasi bersama untuk mengidentifikasi penyebab gangguan, meningkatkan kesiapan sistem, serta memperkuat langkah mitigasi agar kejadian serupa dapat dianticipasi,” tegas Fary.
Hingga pukul 08.49 WIB, PLN Batam telah mulai melakukan penormalan jaringan secara bertahap. Sejumlah titik distribusi utama dilaporkan telah kembali menyalurkan listrik, dengan prioritas tetap diarahkan pada rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan fasilitas publik strategis lainnya. BP Batam memastikan akan terus memantau perkembangan di lapangan hingga seluruh sistem kelistrikan pulih total.














