Batam

Rugi Ratusan Juta Akibat Lahan Ilegal? Begini Cara Aman Beli Tanah di Batam Menurut BP Batam

1
×

Rugi Ratusan Juta Akibat Lahan Ilegal? Begini Cara Aman Beli Tanah di Batam Menurut BP Batam

Share this article
Petugas Tim Terpadu BP Batam saat menertibkan rumah tanpa izin di Sagulung Batam.
Petugas Tim Terpadu BP Batam saat menertibkan rumah tanpa izin di Sagulung Batam.
banner 468x60

Gudangberita.co.id, Batam – Penertiban delapan rumah tanpa izin (ilegal) di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, pada Kamis (17/9/2026), menjadi pengingat keras bagi calon pembeli properti.

Mengabaikan status legalitas lahan tidak hanya berisiko menghadapi penertiban, tetapi juga berpotensi memicu kerugian finansial hingga ratusan juta rupiah.

Penertiban yang dipimpin oleh Kepala Subdirektorat Pengamanan Aset dan Objek Vital BP Batam, I Gede Putu Dedy Ujiana, tersebut melibatkan Tim Terpadu Kota Batam (Ditpam BP Batam, Satpol PP, TNI, dan Polri).

BACA JUGA:  BP Batam Kejar Target Peningkatan Jalan Gajah Mada, Progres Capai 39%, Jalur Diperlebar 6 Lajur

Langkah ketat ini diambil karena lokasi bangunan berdiri di atas lahan yang telah dialokasikan secara resmi oleh Badan Pengusahaan (BP) Batam kepada PT Jeni Prima Putra (JPP).

“Penertiban dilakukan sesuai prosedur administratif setelah terbitnya Surat Peringatan (SP 1, SP 2, SP 3) hingga Surat Penertiban sejak Mei 2025. Penerima alokasi lahan juga sebelumnya telah mengupayakan jalur dialogis dan penawaran sagu hati,” ungkap Putu.

BACA JUGA:  LIRA Batam Desak Sanksi Pidana Reklamasi Ilegal, Duga Oknum BP Batam Terlibat Penimbunan Laut

Meski pelaksanaan penertiban berjalan kondusif dan mengedepankan komunikasi persuasif, peristiwa ini menegaskan betapa pentingnya kepastian hukum sebelum membeli atau menduduki suatu lahan.

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban penipuan atau pembelian kavling tidak resmi, BP Batam mengimbau masyarakat luas agar selalu bersikap kritis dan cermat. Jangan mudah tergiur oleh tawaran harga murah tanpa kejelasan dokumen legalitas.

BACA JUGA:  Cerita Memprihatinkan dari Gesya Marina: Air ABH Mati, Warga Patungan Pikap Mandikan Jenazah