Kesehatan

Tren “Coffee Shop Office”: Amankah Ngopi Sambil Kerja Bagi Kesehatan?

14
×

Tren “Coffee Shop Office”: Amankah Ngopi Sambil Kerja Bagi Kesehatan?

Share this article
Ngopi sambil kerja. (Foto: ilustrasi)
banner 468x60

Gudangberita.co.id – Budaya bekerja dari kafe atau work from cafe (WFC) kini bukan sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan bagi banyak profesional dan pekerja kreatif. Menyesap secangkir kopi sambil menatap layar laptop dianggap mampu memicu inspirasi. Namun, muncul pertanyaan penting: sejauh mana kebiasaan ini berdampak bagi kesehatan tubuh dalam jangka panjang?

Disadur dari berbagai sumber medis dan studi produktivitas, berikut adalah rangkuman mengenai plus-minus kebiasaan ngopi sambil bekerja:

  1. Pemicu Fokus atau Pemicu Kecemasan?

Kafein dalam kopi bekerja dengan memblokir reseptor adenosin di otak, yang berfungsi memicu rasa kantuk. Secara jangka pendek, ini meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi.

Sisi Baik: Kafein dapat meningkatkan fungsi kognitif dan daya ingat jangka pendek, sangat membantu saat harus mengejar tenggat waktu (deadline).

Risiko: Konsumsi berlebihan saat stres bekerja dapat memicu jitteriness (gemetar), jantung berdebar, hingga peningkatan hormon kortisol yang justru memicu kecemasan berlebih.

  1. Dampak pada Sistem Pencernaan

Banyak pekerja sering melewatkan jam makan dan hanya mengandalkan kopi sebagai “bahan bakar” utama.

Catatan Medis: Sifat asam pada kopi dapat merangsang produksi asam lambung. Jika dilakukan dalam keadaan perut kosong saat fokus bekerja, hal ini berisiko menyebabkan gastritis atau GERD. Sangat disarankan untuk tetap mengonsumsi air putih di sela-sela sesapan kopi untuk menjaga hidrasi.