harris
Batam

90 Persen Nelayan Batam Belum Terima BBM Bersubsidi, Pemko dan BPH Migas Buka Opsi Subpenyalur

37
×

90 Persen Nelayan Batam Belum Terima BBM Bersubsidi, Pemko dan BPH Migas Buka Opsi Subpenyalur

Share this article
Aktivitas di dermaga salah satu kawasan pulau hinterland di Batam, Kecamatan Belakangpadang. (Gudangberita @2026)
banner 468x60

Kerumitan prosedur administrasi—seperti dokumen Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Elektronik Buku Kapal Perikanan (e-BKP), serta dokumen kelautan lainnya—membuat mayoritas nelayan terhalang mengakses BBM subsidi.

Menanggapi kendala tersebut, Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, mengungkapkan pihaknya telah meninjau langsung SPBU nelayan di Batam dan siap mendorong pembentukan subpenyalur di titik-titik krusial hinterland yang jauh dari SPBU reguler.

BACA JUGA:  Nasib 1.025 Buruh PT Ghim Li Menggantung, Wali Kota Batam Investigasi Dugaan Pabrik Kabur ke Bekasi

Lewat aturan terbaru Peraturan BPH Migas Nomor 4 Tahun 2025, pemerintah memberikan sejumlah kemudahan strategis bagi nelayan kecil:

Pembelian BBM di Dua Lembaga Penyalur: Nelayan Batam yang melaut hingga ke Natuna atau Kepulauan Anambas kini diizinkan membeli BBM subsidi di lokasi tujuan penangkapan.

Penyederhanaan & Digitalisasi: Akses rekomendasi dipercepat berbasis sistem digital agar transparan dan mudah dipantau.

BACA JUGA:  Erupsi Anak Krakatau Lumpuhkan Penerbangan Batam–Jakarta, 5 Jadwal di Bandara Hang Nadim Batal

Penetapan Lokasi Terdekat: Titik penyalur BBM diarahkan agar sedekat mungkin dengan pemukiman pesisir.

“Subsidi BBM adalah hak masyarakat yang membutuhkan. Namun kami ingatkan, kuota BBM bersubsidi ini disesuaikan dengan kebutuhan riil melaut, bukan untuk dihabiskan atau disalahgunakan saat tidak beraktivitas,” tegas Fathul.