“Ini adalah hasil dari kerja kolektif, konsistensi, dan komitmen panjang dalam membangun budaya literasi. TBM kini bukan sekadar ruang baca, melainkan pusat transformasi sosial tempat anak-anak belajar dan masyarakat berdaya,” ujar Harken, Jumat (24/4/2026).
Harken juga menekankan pentingnya kehadiran negara melalui Badan Bahasa dalam memperkuat gerakan literasi hingga ke pelosok daerah atau akar rumput.
Lebih lanjut, Harken mendorong agar momentum ini menjadi pemacu penguatan kolaborasi antara TBM dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, hingga sektor swasta. Ia ingin TBM di Kepri “naik kelas” menjadi pusat pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
“Kami yakin dengan semangat kolaborasi dan inovasi, TBM di Kepulauan Riau akan semakin kuat, berdaya saing, dan menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dari daerah,” pungkasnya optimis.







