harris
Batam

Blackout 15 Jam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dikritik Absen Saat Krisis

36
×

Blackout 15 Jam, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Dikritik Absen Saat Krisis

Share this article
Wali Kota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring.
banner 468x60

Di saat kepala daerah disorot, Badan Pengusahaan (BP) Batam bergerak merespons krisis dengan memitigasi dampak blackout pada layanan publik.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menyampaikan bahwa blackout berdampak langsung pada operasional Water Treatment Plant (WTP) / Instalasi Pengolahan Air (IPA) di sejumlah wilayah, seperti Ladi, Harapan, Mukakuning (MK), Tanjung Piayu, Tembesi, Nongsa, dan DK 1–5.

BACA JUGA:  Menteri ESDM Turun Tangan, Insiden Pemadaman Massal Batam Mulai Diusut

“Penggunaan genset di IPA saat ini hanya mampu mencakup sekitar 30 persen dari produktivitas air normal. Kami terus berkoordinasi dengan PLN Batam untuk mengoptimalkan penanganan, terutama pada fasilitas vital seperti rumah sakit dan bandara,” kata Ariastuty. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat serta menampung cadangan air bersih.

Dampak blackout 15 jam ini juga menjadi perhatian serius sektor investasi. Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menegaskan bahwa keandalan pasokan listrik merupakan pilar utama daya saing ekonomi dan investasi Batam.

BACA JUGA:  Sulap 1.200 Ton Sampah Batam Jadi Listrik 20.000 Rumah, BP Batam Gaet Raksasa Jepang

“Listrik adalah kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penopang industri. Kami mendorong evaluasi bersama PLN Batam untuk mengidentifikasi penyebab gangguan dan memperkuat langkah mitigasi ke depan,” jelas Fary.