Nanang menegaskan, TelkomGroup mengerahkan seluruh sumber daya lintas anak usaha untuk mempercepat pemulihan BTS, tidak hanya mengandalkan Telkomsel. “Prioritas utama kami adalah memulihkan layanan kepada pelanggan. Recovery service ke customer menjadi fokus utama Telkom saat ini,” tegasnya.
Di Aceh Tamiang, kondisi kantor STO Telkom masih memerlukan pembenahan intensif akibat genangan lumpur sisa banjir. Meski demikian, upaya pemulihan terus dilakukan secara bertahap agar layanan komunikasi dapat kembali dinikmati masyarakat.
Sementara itu, di Kota Langsa, TelkomGroup menyediakan layanan internet dan fasilitas charger gratis di sejumlah titik access point (AP). Layanan ini dimanfaatkan masyarakat di tengah kondisi listrik yang masih padam secara menyeluruh. Melihat tingginya animo warga, TelkomGroup berencana menambah jumlah AP serta fasilitas pengisian daya perangkat digital.
“Kami melihat kebutuhan masyarakat sangat tinggi, baik untuk akses internet maupun pengisian daya gawai. Karena itu, penambahan titik layanan akan terus kami lakukan,” kata Nanang.
Secara umum, kondisi jaringan di Kota Langsa menunjukkan pemulihan yang lebih baik dibandingkan Kuala Simpang. Seluruh tim teknis TelkomGroup terus bekerja untuk mempercepat pemulihan BTS di Aceh, dengan target 75 persen cakupan BTS di tiap kota dapat kembali aktif pada Senin mendatang.













