Rangkaian kegiatan dilanjutkan ke Royal Selangor Visitor Center, pusat pengolahan kerajinan timah kelas dunia. Di sana, para siswa tidak hanya mempelajari sejarah dan proses produksi modern, tetapi juga berpartisipasi langsung dalam workshop pembuatan mangkuk timah khas karya mereka sendiri.
Kepala Akademik PLC, Devitri Andini, mengungkapkan bahwa program ekspansi study trip ke Malaysia ini memberikan dampak positif signifikan terhadap perkembangan karakter dan keterampilan berbahasa murid.
“Sebelumnya kami sudah beberapa kali mengadakan kunjungan belajar ke Singapura, namun kunjungan ke Kuala Lumpur ini merupakan yang perdana dan evaluasinya sangat positif. Seluruh murid menunjukkan antusiasme tinggi untuk program selanjutnya. Di samping itu, mereka menjadi lebih mandiri tanpa pendampingan orang tua serta makin percaya diri berinteraksi dengan warga asing (WNA) menggunakan bahasa Inggris,” ujar Devitri.
Sebagai lembaga pelatihan yang mengadopsi kurikulum dan sistem materi dari Cambridge, PLC menekankan metode pembelajaran interaktif serta aplikatif. Metode ini dirancang tidak hanya berfokus pada capaian nilai akademis di atas kertas, tetapi juga memperkuat fondasi bahasa dan soft skills murid.














