Bencana mulai terdeteksi sekitar pukul 12.35 saat pesawat berada di dekat Naples, Florida. Pesawat mulai turun ke ketinggian 35.000 kaki sebelum akhirnya mengalami penurunan drastis secara tidak terkendali. Pada pukul 12.49, data menunjukkan pesawat merosot hingga 8.750 kaki dengan laju penurunan melampaui 32.000 kaki per menit sesaat sebelum menghantam tanah.
Rekaman ATC Mencekam: “Astaga, Kita Kehabisan Waktu!”
Berdasarkan tinjauan rekaman ATC, awak penerbangan sempat melaporkan kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu luar mencapai minus 47 derajat Celsius, presipitasi, turbulensi sedang, dan pembentukan lapisan es.
Pilot sempat meminta izin naik ke ketinggian 37.000 kaki untuk mencari udara stabil. Namun nahas, pesawat justru kehilangan kendali. Petugas ATC terus berupaya memandu dan menenangkan awak pesawat. “Saya di sini bersama Anda. Bicaralah kepada saya,” ujar petugas ATC dalam rekaman tersebut.
Sayangnya, kondisi memburuk dengan sangat cepat. Pesawat mengalami overspeed (melampaui batas kecepatan operasional) dengan kemiringan ekstrem mencapai 60 derajat.
“722 Bravo Delta… kami sedang turun 8.000 kaki—Mayday, Mayday! Kami turun 10.000 kaki per menit!” teriak pilot diiringi suara alarm darurat di latar belakang.










