Mengingat usianya yang baru 27 tahun dan fisiknya yang masih berada di masa keemasan, pundi-pundi gol Mbappe diyakini masih akan terus melesat jauh dan mencetak standar baru yang mustahil dikejar oleh generasi berikutnya.
“Saya sangat senang bisa menulis sedikit lebih banyak sejarah negara saya. Itu selalu menjadi keinginan saya. Namun kami tahu mengapa kami di sini. Saya akan punya waktu untuk memikirkan hal-hal seperti ini (rekor pribadi) nanti ketika saya sudah berhenti bermain,” ujar Mbappe seperti dikutip dari ESPN.
Menariknya, Mbappe sama sekali tidak mau jemawa atau menggunakan rekor gila ini untuk membalas dendam kepada para pengamat yang sempat mengkritik performanya sebelum turnamen.
Bagi kapten baru Prancis ini, fokus utamanya adalah membawa pulang trofi Piala Dunia, bukan membuang energi meladeni haters.
“Saya bermain untuk mencatat sejarah negara saya dan memastikan kami lolos ke final dan memenangi Piala Dunia. Tidak ada niat balas dendam. Jika saya mulai bermain demi membungkam semua orang yang mengkritik saya, saya harus bermain sampai usia 80 tahun,” tegas Mbappe dengan santai.
Ujian Mbappe untuk terus menumpuk gol dan memperpanjang status legendanya akan berlanjut saat Prancis bersiap menghadapi Irak di Philadelphia pada Selasa (23/6) pukul 04.00 WIB mendatang. Mampukah sang legenda muda kembali mengamuk?













