“Perayaan seperti ini bukan hanya soal tradisi, tapi ruang silaturahmi yang sangat baik. Kebersamaan yang kita saksikan hari ini adalah modal utama menjaga Batam tetap kondusif,” ujar Amsakar dengan nada bangga.
Senada dengan itu, Li Claudia Chandra mengungkapkan bahwa momen Imlek 2026 adalah waktu yang tepat untuk mempererat persaudaraan. Ia memposisikan kediamannya sebagai titik temu berbagai latar belakang suku dan agama.
Intip saja sudut-sudut ruangan yang penuh dengan tawa. Di antara hidangan khas Imlek yang menggugah selera, terselip dialog-dialog penting. Menariknya, perayaan ini juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada kedua pemimpin tersebut dalam suasana yang sangat santai, jauh dari kesan kaku perkantoran.
Beberapa poin menarik dari gaya perayaan kali ini seperti dekorasi merah-emas yang sinematik menjadi latar belakang favorit tamu untuk berswafoto, hidangan khas Imlek yang dinikmati bersama oleh tamu dari berbagai etnis hingga ajang “curhat” warga kepada pemimpin di tengah suasana pesta.
Li Claudia menutup perayaan dengan harapan besar agar Tahun Baru Imlek ini membawa keberuntungan bagi pembangunan kota. “Semoga momentum ini semakin mempererat persaudaraan tanpa memandang latar belakang apa pun,” pungkasnya.













