Meski selamat, rasa syok tak bisa disembunyikan. Atap rumah rusak parah, sementara batang dan dahan pohon menutup hampir seluruh bagian bangunan. Di luar, hujan pun masih turun membasahi area sekitar, membuat situasi semakin sulit.
Menyadari kondisi tersebut, Darwin segera meminta bantuan warga sekitar untuk melaporkan peristiwa yang dialami di tempat kediamannya kepada pihak berwenang. Laporan kemudian diteruskan kepada instansi terkait, hingga satu per satu petugas berdatangan.
Personel pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lingga, Bhabinkamtibas dan personel Polres Lingga lainnya, petugas PLN ULP Dabo Singkep, Ketua RW 006, serta masyarakat sekitar bahu-membahu mengevakuasi pohon yang menimpa rumah tersebut.
Proses evakuasi bukan pekerjaan mudah. Batang pohon yang besar harus dipotong menggunakan gergaji mesin, sementara dahan-dahan yang menindih atap dipotong dan ditarik menggunakan tali agar tidak memperparah kerusakan bangunan.
Sejak dimulai sekitar pukul 11.30 WIB, pekerjaan itu baru benar-benar rampung pada pukul 17.26 WIB.
Selama hampir enam jam lamanya petugas berjibaku di tengah kondisi cuaca yang masih kurang bersahabat demi memastikan rumah kembali aman. Dengan rasa lapar dan haus petugas dari tim gabungan tetap bersemangat membantu warga yang tertimpa musibah.










