Destinasi utama kunjungan ini adalah Masjid Raya Sultan Riau, salah satu masjid tertua di Indonesia yang memikat dengan arsitektur megahnya. Cak Imin bahkan menunaikan shalat sunnah dan menyaksikan Pameran Kitab dan Mushaf Al-Qur’an di kutubkhanah Mahrum Ahmadi, yang menampilkan koleksi naskah-naskah kuno nan bernilai tinggi.
Apresiasi dari Pemerintah Pusat
Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin memberikan apresiasi atas perubahan besar yang terjadi di Pulau Penyengat setelah melalui program revitalisasi beberapa tahun terakhir.
“Pulau Penyengat adalah cerminan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia yang luar biasa. Saya mengapresiasi upaya Gubernur Ansar dan seluruh pihak yang telah bekerja keras menjadikan Pulau Penyengat semakin cantik dan menarik untuk dikunjungi. Ini layak menjadi destinasi nasional dan internasional,” ujar Cak Imin penuh semangat.
Gubernur Ansar pun menyambut baik perhatian dari pemerintah pusat terhadap Pulau Penyengat. Ia menegaskan bahwa pariwisata dan budaya Kepri harus terus didukung agar mampu bersaing di level global.
“Pulau Penyengat adalah kebanggaan kita. Dengan dukungan dari pemerintah pusat, kami optimis dapat menjadikannya destinasi kelas dunia, sekaligus memberdayakan masyarakat melalui pengembangan UMKM,” tutur Gubernur Ansar.













