Pilihan ini dinilai banyak pihak sebagai langkah simbolis yang kuat, menunjukkan sisi humanis seorang pemimpin yang ingin merasakan keprihatinan dan perjuangan yang sama dengan warga yang dipimpinnya.
Dengan status sebagai Plt Wali Kota, Li Claudia Chandra nantinya memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan tugas rutin pemerintahan. Kehadiran Li Claudia di acara pelepasan tersebut juga menegaskan kesiapan jajaran pimpinan daerah dalam menjaga kondusivitas Batam selama masa transisi ini.
Amsakar pun berpesan agar urusan pemerintahan di tanah air jangan sampai menjadi beban pikiran saat beribadah, karena ia percaya jajarannya mampu bekerja profesional.
“Hati harus bersih, lapang, dan benar-benar hadir dalam ibadah. Jangan terbebani oleh urusan yang ditinggalkan di tanah air,” tegasnya.
Sebelum menutup sambutannya, Amsakar yang hadir didampingi Li Claudia, Sekda Kota Batam Firmansyah, dan jajaran Forkopimda, menitipkan pesan emosional kepada seluruh jemaah.
“Saya titip doa untuk kemajuan Kota Batam. Mohon doa agar seluruh jemaah diberikan kesehatan dan kekuatan hingga kembali ke Tanah Air sebagai haji yang mabrur dan mabrurah,” pungkasnya.
Hingga kepulangan Amsakar di akhir Juni nanti, publik Batam akan melihat gaya kepemimpinan Li Claudia Chandra dalam menakhodai kota industri ini, terutama dalam menjaga momentum pembangunan yang sedang berjalan.













