Gudangberita.co.id, Natuna – Pemerintah Kabupaten Natuna resmi memperpanjang masa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama sepekan ke depan, menyusul polemik yang terjadi akibat gangguan sistem daring dan terbatasnya daya tampung sekolah.
Kebijakan ini diambil usai aksi protes para orang tua murid di SMP Negeri 1 Bunguran Timur, Ranai, Jumat (11/7/2025), yang mengeluhkan anak-anak mereka tidak diterima meski telah mendaftar sesuai prosedur.
“Sistem online bermasalah, tapi daftar langsung ke sekolah juga ditolak,” keluh salah satu wali murid.
Masalah utama yang dikeluhkan warga adalah sistem zonasi berbasis aplikasi yang dinilai tidak akurat dan membingungkan. Di beberapa kasus, siswa yang berdomisili dekat sekolah justru tertolak, sementara nama-nama lain yang diragukan zonasinya lolos seleksi.
Fenomena serupa juga terjadi di SMAN 1 Ranai, memperkuat dugaan adanya potensi permainan oknum dan minimnya sosialisasi sistem.
Dengan masa pendaftaran daring yang hanya dua hari serta platform yang kerap mengalami gangguan teknis, banyak orang tua merasa dirugikan.
Menanggapi situasi tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Natuna, Hendra Kusuma, menyatakan bahwa masa pendaftaran resmi diperpanjang selama satu minggu.







