Sementara itu, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menjelaskan, pihaknya sudah bertugas sesuai dengan penugasan dari pemerintah untuk menunjuk Perum Bulog sebagai penyalur beras SPHP.
Pada saat penyaluran, dia memastikan tak ada satu pun logo yang ditempelkan dalam kemasaan selain logo Badan Pangan Nasional dan Bulog.
“Enggak ada logo lain selain logo kita sama Bulog. Itu biar tahu berasnya punya kita,” kata dia.
Namun Arief mengatakan, sulit untuk mengatur beras yang sudah disalurkan dan sudah sampai ke masyarakat.
“Kan kita enggak tahu dibeli siapa saja jadi memang agak sulit ngaturnya kalau sudah di masyarakat. Tapi yang pasti di kami tidak ada memuat stiker yang lain,” kata Arief.







