Skip to content
Gudangberita.co.id
  • WhatsApp Channel
  • Facebook Page
  • Instagram
  • Video
  • Batam
  • Natuna
  • Kepri
    • Bintan
    • Tanjungpinang
    • Karimun
    • Lingga
    • Anambas
  • Luar Negeri
  • Nusantara
  • Singapura
News Update
Warga Rempang Sentil Pemerintah: Jangan Hanya Hadir Saat Butuh Suara Pemilu Warga Rempang Sentil Pemerintah: Jangan Hanya Hadir Saat Butuh Suara Pemilu
Saling Klaim & Disinformasi Memanas di Rempang: Spanduk Warga Diduga Diedit Buzzer, BP Batam Buka Suara Saling Klaim & Disinformasi Memanas di Rempang: Spanduk Warga Diduga Diedit Buzzer, BP Batam Buka Suara
Meninggalkan Pola Lama, Ini Model Pembangunan Baru yang Bakal Diterapkan di Natuna Meninggalkan Pola Lama, Ini Model Pembangunan Baru yang Bakal Diterapkan di Natuna
Viral! Aksi Pungli Parkir di Jembatan 2 Barelang Diperdebatkan Pengacara, Pelaku Bawa-Bawa Alasan Kebersihan Viral! Aksi Pungli Parkir di Jembatan 2 Barelang Diperdebatkan Pengacara, Pelaku Bawa-Bawa Alasan Kebersihan
Gedung Imigrasi Batam Direnovasi Rp46,8 Miliar, Dokumen Legalitas Masih Gantung Gedung Imigrasi Batam Direnovasi Rp46,8 Miliar, Dokumen Legalitas Masih Gantung

FIFA Series 2026

Head-to-Head Maarten Paes vs Emil Audero: Siapa Kiper Utama Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026?
Hot News

Head-to-Head Maarten Paes vs Emil Audero: Siapa Kiper Utama Pilihan John Herdman di FIFA Series 2026?

27/03/202627/03/2026
Redaksi

No More Posts Available.

No more pages to load.

Terpopuler

  • 1
    Air Mati Warga Batam Ngamuk, IG Air Batam Hilir Dibatasi Usai Digeruduk Netizen
    18/08/202618/08/2026 149
  • 2
    Gusur Warga di Tengah Isu Mundurnya Investor, Proyek Rempang Eco-City Tuai Kecaman
    14/08/202614/08/2026 124
  • 3
    Viral! Aksi Pungli Parkir di Jembatan 2 Barelang Diperdebatkan Pengacara, Pelaku Bawa-Bawa Alasan Kebersihan
    18/08/202618/08/2026 116
  • 4
    Saling Klaim & Disinformasi Memanas di Rempang: Spanduk Warga Diduga Diedit Buzzer, BP Batam Buka Suara
    19/08/202619/08/2026 81
  • 5
    Dari Bekas Menjadi Manfaat: Mahasiswa KKN Undip Ajak Warga Kumpulrejo Kelola Sampah
    14/08/202614/08/2026 74
  • 6
    Sengketa Lahan Sekolah Terintegrasi Merah Putih Rempang: Warga Bertahan, BP Batam Klaim Sesuai HPL
    17/08/202617/08/2026 73
Layanan Publik PLN Batam

gudangberita.co.id

Follow us on instagram

Nada kekecewaan mendalam mewarnai deklarasi video Nada kekecewaan mendalam mewarnai deklarasi video yang disampaikan oleh sejumlah warga Pulau Rempang, khususnya kaum ibu. Dengan lugas dan tanpa basa-basi, mereka menyentil kehadiran pemerintah yang dinilai kerap baru terasa secara masif saat momentum politik tiba. "Jangan cuma datang saat minta suara kampanye!" menjadi pesan paling menohok yang ditujukan kepada para pemangku kebijakan, menegaskan kekecewaan masyarakat atas sikap pejabat yang terkesan abai begitu urusan politik usai.

Meskipun melontarkan kritik keras, warga menegaskan bahwa pada dasarnya mereka tetap mendukung berbagai program pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, termasuk keberadaan Sekolah Terintegrasi Merah Putih. Namun, dukungan tersebut tidak hadir tanpa syarat. Bagi warga Pulau Rempang, pembangunan fisik dan pendidikan harus berjalan berdampingan dengan pemenuhan hak-hak dasar rakyat, terutama menyusul berbagai kejadian serta dinamika ketentraman yang mereka alami sejak pertengahan Agustus ini.

Melalui seruan yang ditutup dengan kalimat takbir bersama, masyarakat Pulau Rempang menuntut keadilan, jaminan rasa aman, serta perlindungan hukum yang setara sebagaimana warga negara Indonesia lainnya. Mereka berharap pemerintah pusat maupun daerah tidak menutup mata, telinga, dan hati, melainkan hadir secara nyata di tengah-tengah masyarakat untuk mendengarkan jeritan rakyat tempatan serta memberikan solusi yang adil dan humanis.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan bahwa selu Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan bahwa seluruh kegiatan pengamanan dan pengawalan di kawasan pembangunan Sekolah Terintegrasi Merah Putih di Rempang pada Kamis (13/8/2026) telah dijalankan sepenuhnya sesuai dengan prosedur operasional yang berlaku. Langkah ini diambil murni untuk menjaga kondusivitas kawasan serta memastikan proyek strategis di atas lahan Hak Pengelolaan (HPL) BP Batam seluas 18,5 hektare tersebut dapat berjalan secara tertib tanpa memicu gesekan di lapangan.

Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan bahwa kehadiran personel keamanan di lokasi berfokus pada pendekatan persuasif, pengendalian diri, dan pencegahan tindakan provokatif dari pihak mana pun. Terkait penanganan klaim masyarakat atas area pembangunan, pihak BP Batam juga menekankan komitmennya untuk mengikuti mekanisme hukum yang transparan. Dari empat klaim yang masuk, dua di antaranya telah berhasil ditindaklanjuti, sementara dua lainnya masih menunggu kelengkapan dokumen pendukung dari warga bersangkutan guna proses verifikasi lebih lanjut.

Dalam merespons dinamika lapangan yang sempat diwarnai aksi dua peserta aksi perempuan yang berupaya membuka pakaian, petugas pengamanan wanita bertindak cepat dengan memberikan kain jarit penutup sebagai bagian dari SOP perlindungan privasi dan penanganan situasi secara humanis. BP Batam membantah tuduhan tindakan represif maupun narasi penggusuran, serta menegaskan bahwa respons petugas semata-mata bertujuan untuk menjaga martabat peserta aksi, mencegah eskalasi ketegangan, dan memastikan pembangunan fasilitas pendidikan demi peningkatan kualitas SDM di Rempang-Galang tetap terlaksana dengan aman.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Masyarakat Pulau Rempang kembali dibuat elus dada Masyarakat Pulau Rempang kembali dibuat elus dada setelah foto aksi unjuk rasa mereka dimanipulasi oleh akun yang diduga buzzer di media sosial. Sebuah foto yang memperlihatkan sekelompok ibu-ibu memegang spanduk protes lahan mendadak viral di grup percakapan digital dengan tulisan yang sama sekali berbeda dari aslinya. Akun palsu dengan nama Hasan Baduri diketahui menyunting tulisan spanduk tersebut seolah-olah warga menolak pendampingan dari WALHI Riau dan LBH Pekanbaru.

Padahal, hasil penelusuran fakta mengonfirmasi bahwa foto tersebut merupakan hasil rekayasa digital (manipulated content). Pada foto asli, spanduk yang digenggam para ibu-ibu itu secara tegas menyuarakan penolakan penggusuran dengan pesan lugas: "Tanah Milik Rakyat, Bukan Milik Korporat" serta "Petani Menanam untuk Makan, Jangan Rampas Ruang Hidup Kami." Rekayasa narasi ini dinilai sebagai bentuk provokasi jahat untuk memecah belah solidaritas warga dan memotong dukungan lembaga bantuan hukum.

Upaya adu domba di ranah digital ini makin memperkeruh suasana di tengah perjuangan warga yang terus diintai intimidasi dan ketidakpastian hukum atas proyek Rempang Eco-City. Di saat warga berjuang mempertahankan ruang hidup serta hak-hak konstitusionalnya, kehadiran buzzer yang menyebar disinformation justru menambah daftar panjang penderitaan masyarakat lokal di lapangan.

#batam #batamhits #batamhits_ #batamisland
Dugaan aksi pungutan liar (pungli) kembali mencore Dugaan aksi pungutan liar (pungli) kembali mencoreng citra pariwisata Kota Batam setelah video perdebatan antara seorang pengunjung dan oknum juru parkir liar di Jembatan 2 Barelang viral di media sosial. Insiden yang terjadi di tengah suasana libur Hari Kemerdekaan RI ini bermula saat pengunjung yang berprofesi sebagai pengacara mendadak dihampiri seorang pria berkaos hitam. Pria yang mengaku sebagai "pemuda setempat" tersebut secara sepihak mematok dan menagih tarif parkir sepeda motor sebesar Rp 5.000 tanpa disertai karcis resmi dari Pemerintah Kota Batam.

Mengetahui penarikan tersebut tidak memiliki dasar hukum yang jelas, sang pengacara secara tegas mempertanyakan keabsahan dan legalitas operasional mereka di kawasan fasilitas umum tersebut. Keributan makin memanas ketika pria tersebut memanggil rekannya yang berkaos oblong hingga memicu adu mulut sengit dan nyaris berujung bentrok fisik di depan para wisatawan lain. Meski terus didesak, pengunjung tersebut tetap berdiri kokoh menolak memberikan uang yang dinilainya sebagai bentuk pemerasan berkedok retribusi.

Tak mau kalah, oknum pemuda berkaos oblong tersebut justru melontarkan berbagai dalih untuk membenarkan aksinya, mulai dari biaya menjaga kebersihan, keamanan area, hingga alasan unik menjaga orang agar tidak melompat dari jembatan. Ia bahkan sempat menyindir profesi korban dengan dalih nominal uang yang diminta sangat kecil. Perdebatan akhirnya mereda setelah kedua oknum tersebut memilih pergi, meninggalkan pertanyaan besar dari publik terkait ketegasan aparat kepolisian dan Pemko Batam dalam menertibkan jukir liar yang kian meresahkan kawasan wisata Barelang.

#batam #batamhits #jembatanbarelang #pungli
Follow on Instagram

redaksi@gudangberita.co.id

Halaman

  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
  • About us
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Kategori
  • PIALA DUNIA 2026
Gudangberita.co.id @2025
Gudangberita.co.id
  • Menu
    • Zona Headline
    • Batam Punya Cerita
    • Perspektif
    • Story Kepri
    • Polling
  • Kategori
    • Video
    • Natuna
    • Batam
    • Luar Negeri
    • Kepri
    • Nasional
    • Nusantara
    • Sepakbola
    • Politik
    • Indeks
  • Laman
    • Redaksi
    • About us
    • Kode Etik
    • Pedoman Media Siber
    • Disclaimer