Melihat kebuntuan Alvaro Morata dan kolega, publik sepak bola Malaysia langsung mengambil momentum untuk bernostalgia. Mereka mengingatkan dunia bahwa pada Mei tahun lalu, dalam sebuah laga persahabatan di Stadion Bola Sepak Kuala Lumpur, Malaysia sukses menahan imbang Cape Verde 1-1.
Bahkan, media jiran secara implisit menyiratkan bahwa taktik Spanyol masih kalah cerdik dibanding skema serangan Harimau Malaya yang berhasil mencetak gol lewat situasi scrimmage yang diselesaikan oleh Paulo Josue di menit ke-80.
Catatan Fakta yang Agak ‘Lupa’ Disebutkan
Saat Malaysia menahan imbang Cape Verde 1-1 tahun lalu, laga tersebut berstatus ramah tamah (persahabatan). Sementara yang dihadapi Spanyol kali ini adalah Cape Verde versi Piala Dunia—yang sudah bermutasi menjadi tim penuh motivasi dan baru saja mencatatkan sejarah lolos ke turnamen sepak bola tertinggi di planet bumi.
Uruguay dan Arab Saudi Harus Waspada ‘Efek Malaysia’
Keberhasilan menahan imbang Spanyol tentu menjadi tinta emas bagi Cape Verde yang berada di peringkat 76 dunia. Namun bagi netizen dan media Malaysia, ini adalah bukti sahih bahwa level sepak bola mereka secara tidak langsung sudah “setara” atau bahkan “selangkah lebih maju” dalam urusan memecahkan rekor pertahanan Cape Verde.













