Herdman menyadari sepenuhnya catatan kelam yang membayangi anak asuhnya tersebut.
“Saya sudah melihat sejarah pertandingan kedua tim. Thailand telah memenangkan cukup banyak pertandingan melawan Indonesia, jadi mereka pasti percaya diri,” ungkap Herdman dalam sesi jumpa pers di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
Kendati kalah secara rekor pertemuan dan pengalaman di turnamen internasional dari skuad asuhan Anthony Hudson, Herdman optimistis duel di SUGBK menjadi momen paling tepat untuk meruntuhkan dominasi sang rival.
“Ini merupakan langkah penting. Para pemain harus memastikan mampu mengambil langkah tersebut untuk membalikkan tren negatif,” tegas pelatih berusia 51 tahun tersebut.
Modal Timnas Indonesia kali ini cukup menjanjikan. Skuad Garuda datang dengan komposisi pemain dengan rata-rata usia yang lebih muda serta energi segar. Kehadiran deretan pemain keturunan yang tampil konsisten di liga elite Eropa—seperti Kevin Diks dan kawan-kawan—menjadi pembeda utama dari segi kualitas teknis.
“Secara kualitas, kami memiliki lebih banyak pemain yang bermain di liga dengan level lebih tinggi. Namun, seperti yang dikatakan Kevin, jika pola pikir kami tidak tepat, semua keunggulan itu tidak akan berarti,” pungkasnya.














