Langkah ini mencakup kemudahan perizinan, jaminan keandalan energi, konektivitas serat optik, hingga kesiapan regulasi pendukung agar iklim investasi tetap ramah dan tepercaya bagi para pelaku industri data center.
Selain mempromosikan keunggulan Batam, kehadiran BP Batam pada ajang teknologi terbesar di kawasan ini digunakan untuk menyerap tren terbaru, khususnya pengembangan Data Center for AI dan infrastruktur pendukung kebutuhan kecerdasan buatan.
Optimalisasi teknologi AI diharapkan tidak hanya meningkatkan standar pengelolaan transformasi digital di Batam, tetapi juga memicu efek berantai (multiplier effect) bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.
Li Claudia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara komersialisasi teknologi dan kesejahteraan sosial lokal.
“Pertumbuhan industri harus berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat. Dan kami ingin memastikan bahwa pelaksanaannya pun harus saling memberi manfaat terhadap ekonomi daerah,” pungkasnya.













