Lebih lanjut, Amsakar menekankan bahwa sinergi antara pemerintah dan swasta ini menjadi bukti nyata tingginya kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Kota Batam.
Menurutnya, menarik investasi bukan sekadar membangun gedung atau fasilitas usaha, melainkan memastikan ketersediaan infrastruktur pendukung yang memadai sejak hulu.
“Ketersediaan air dan infrastruktur dasar yang memadai akan memberikan kepastian mutlak bagi pelaku usaha untuk mengembangkan bisnisnya di sini. Kami di BP Batam terus berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif, sehingga investasi ini bisa membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan lapangan kerja baru,” tambah Amsakar.
Target Operasi November 2027
Senada dengan hal tersebut, CEO Citramas Group, Michael Wiluan, menegaskan bahwa keberhasilan ambisi Batam menjadi pusat Data Centre sangat bergantung pada keandalan infrastruktur dasar, mulai dari air bersih, listrik, hingga konektivitas internet.
Pihaknya menargetkan, SWRO Kabil tahap pertama dengan kapasitas 300 lps ini sudah dapat beroperasi penuh pada November 2027, menuju total target kapasitas 700 lps.
“Pembangunan ini merupakan wujud tanggung jawab kami sebagai pengelola kawasan industri untuk tidak hanya kompetitif di level global, tetapi juga mandiri dalam penyediaan infrastruktur pendukung investasi,” jelas Michael Wiluan.














